ku ungkap waktu yang tak tentu
Berbuai , dalam kalbu yang membeku
Andai , beribu waktu takkan menjadi batu
Takkan ku kirim untukmu
rinai hujan menemani indah hariku
Bersemayam dalam ratapan kalbuku
Ku tahu , hanya segumpal debu yang penuh harapan
Tak berarti namun menjadi kenangan
hampa ... palsu ...
Hanya aku yang tak mampu untuk berpaling
Kehidupan malam yang selalu menggerutu
Penuh cahaya kehampaan yang kosong
ku ratapi indahnya kegelapan
Dan aku tahu , bukanlah yang terdepan
Secarik kertas yang telah menjadi abu
Menjadi bayangan hidupku kelabu
http://quendiibie.wordpress.com/2011/11/03/di-kala-hujan/
BalasHapus