Laman

Jumat, 23 September 2011

Titisan Kalbu

    Langit-langit senja mulai menyapa . Kehangatannya mampu ku rasa di setiap pacuan jantungku . Tak dapat ku raba , namun dapat selalu ku rasa . Andai sebuah titikan hujan turun , takkan ku rasa irama nan merdu itu . Terpaan angin melambai-lambaikan nyiur di beranda rumahku . Hanya bisa berharap , takkan ada airmata apabila aku telah tiada . Takkan ada pilu saat waktu telah berlalu . Takkan ada sepi saat ajalku telah menghampiri . Dan takkan ada rintihan saat aku tak lagi mampu bertahan . Yang aku minta hanya senyumanmu saat aku tak lagi ada bersamamu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar